10.10
pose dulu hahaha
Selesai merapihkan kembali Tenda dan segala amunisi ke dalam Carrier dan Daypack masing-masing, Kami melanjutkan perjalanan dan menuruni gunung Cikuray untuk menempuh destinasi berikutnya yaitu Gunung Papandayan. Perjalanan menuruni gunung yang memakan waktu setengah kali waktu mendaki nya cukup membuat beragam cerita.
Di pertengahan jalan kami bertemu dengan kakak-kakak Ilkomerz 44 yang baru akan menaiki gunung Cikuray. Meskipun saya bukan anak Ilkom 46 –saya manajemen 46 loh- tapi seneng sekali bisa ketemu temen-temen sesama IPB dan jadi kenal sm kak Sayed, Kak Tito dll. Semangat mendaki!
foto bareng kaka-kaka ilkomerz 44
Cerita lainnya, Ada Nurul yang secara beruntung dihinggapi Pangeran Kodok dan membuatnya meraung-raung sejenak, Roihan yang masih belum lepas dari Geliga-nya, saya yang keseleo, Upay yang lecet karena kepeleset, ataupun Ryan yang bete sesaat ketika Nurul berjalan perlahan serta Upay dan Saya yang jalan jauh dibawah dengan membawa satu-satunya Botol Air yang kami punya. maap yaa bung ryan hehehe
12.05 berhasil sampai kembali di pemancar
14.00 Elp-pun datang menjemput kami dan rekan-rekan univ. Jayabaya sampai Terminal Guntur dan mengantar kami ke kaki gunung papandayan~ -IDR 40.000
19.00
Kami pun berhasil mencapai kaki gunung papandayan.
Dengan penuh persiapan kami untuk melakukan pendakian Bolak-balik malam ini, ternyata tidak mendapatkan izin oleh pihak administrasi Gunung Papandayan. Cuaca yang tidak mendukung, Kabut yang lebat, Jalur yang sulit ditempuh, membuat kami akhirnya mendirikan tenda kembali di kaki Gunung Papandayan.
Acara memasak kembali berlangsung dan Uki malam itu menjadi guest star yang dengan baik hatinya menghibur kami secara khusus di malam yang lebih panjang dan penuh tawa ini. Uki, ga ada lo ga rame.
Roihan horor yeuh~
kabut penuh iyeu~
Sabtu 19 Mei 2012
Iccang bersemangat mengisi bahan bakar sebelum naik Papandayan
07.05 siap mendaki gunung Papandayan dengan rekan lain dari Sukabumi
penuh bebatuan dan aroma belerang
Kontur yang berbeda, penuh bebatuan dan hamparan belerang memenuhi pendakian Papandayan. Dua pemandangan berbeda yang disajikan oleh Gunung Cikuray dan Papandayan membuat saya sangat bersyukur dapat mendaki dua gunung tersebut sejauh ini. Berbagai lagu dinyanyikan dan para mocca lovers pun berjoget2 di sela-sela istirahat perjalanan mendaki Gunung Papandayan.
joget-joget duyu~
akhirnya ketemu edelweiss! :')
10.05
Alhamdulillah, kami berhasil mencapai puncak gunung Papandayan. Sayangnya puncak papandayan yang masih dipenuhi oleh pohon membuat kami tidak bisa melihat pemandangan dari atas secara jelas, tapi kami menemukan beberapa teman seperjuangan di atas sana. Namanya Wenty dan Danar dari UI juga Janu dan Sany dari Univ. Pasundan.
lunch di puncak gunung ini ceritanya ;)
padang edelweiss :3
Pondok salada di kejauhan,
track Pondok Salada - Puncak berupa Batuan Terjun bukan Air Terjun,
terbayangkah?
Memutuskan untuk turun ke bawah bersama rekan-rekan seperjuangan tersebut, membuat kami melewati jalur balik yang berbeda dan melalui jalur Hutan Mati.
Hutan Mati
memoto yang saling memoto. nahloh.
love the view!
Pemandangannya dramatis loh~
15.00
Pendakian berakhir, Alhamdulillah.
Sekitar pukul 17.00 kami mengakhiri perjalanan di papandayan dan pergi menuju Terminal Guntur dengan Mobil Elp sewaan yang setia mengantar jemput kami sejak hari pertama kami menginjakkan kaki di Garut. -IDR 20.000
Lucunya, kami singgah di sebuah Warung nasi dan membuat antrian untuk mengambil makanan dengan memasang tampang-tampang manusia yang kelaparan, tapi mirisnya, ternyata Warung tersebut kekurangan nasi. Wenty yang sudah terlanjur mencampur nasi dan tahu pun membungkus makanannya dan wajah-wajah orang-orang kelaparan lainnya berlagak seperti tidak kelaparan sambil bertindak sok jantan mempersilahkan yang lebih lapar untuk makan duluan. Ekspresi wajah memang tidak bisa berbohong bung, dan semua pun tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.
Anyway, Kalo kata Uki, tulisan di depan warung itu adalah WarungNasi coret, a.k.a Warung.
apa sih ki.. hahaha
20.00
Anyway, Kalo kata Uki, tulisan di depan warung itu adalah Warung
apa sih ki.. hahaha
20.00
Bus Karunia Bakti -IDR 35.000 menghantarkan kami dari Garut menuju Kp. Rambutan dan Alhamdulillah sekitar pukul 03.20 dini hari Minggu, 20 Mei 2012, kami selamat mencapai Rumah Ryan di Bogor.
Ini kali pertama saya akhirnya mendaki gunung, it might be a dream come true dan sangat banyak hal yang saya pelajari. Satu yang paling penting adalah memang ada kalanya perasaan ingin menyerah datang, tapi pada akhirnya, kita hanya harus terus berusaha, jangan mengeluh dan jangan menyerah karena percayalah ada sesuatu yang berharga yang menunggu di atas puncak sana.
Sesuatu yang terlalu berharga untuk dilewatkan hanya dengan kata menyerah.
Hey Kawan-kawan, Ryan, Iccang, Upay, Nurul, Uki, Roihan,
Terima kasih atas kerjasamanya..
Good job, team! :)
team 'terserah lu' hehehe
Satu lagi, akhirnya saya berhasil mencontreng salah satu resolusi tahun ini,
bahkan dua gunung sekaligus. hihi
mari canangkan target gunung selanjutnya!
CHEERS !!
All photos taken by : Ryan Hidayat dan Muhammad Ikhsan, great picture fellas!








